Hallo TNers! Apakah kamu masih ingat materi teks yang pernah dibahas beberapa waktu lalu? Iya benar teks eksplanasi. Selanjutnya, pada artikel kali ini Minol akan membahas materi yang berguna untuk meningkatkan skill penulisan kamu yaitu recount text. Teks ini berguna banget loh untuk menceritakan pengalaman di masa lampau. Yuk, langsung baca aja panduan lengkap cara menulisnya, berikut ini pengertian, struktur dan contoh recount text. Simak sampai akhir ya TNers.
Baca Juga: Materi dan Contoh Recount Text Bahasa Inggris
Apa Itu Recount Text
Secara sederhana, recount text adalah teks yang menceritakan kembali pengalaman di masa lalu secara kronologis. Misalnya, menceritakan pengalaman liburan yang mengesankan atau belajar di Kampung Inggris. Karena berkaitan erat dengan teknik kepenulisan cerita, materi ini sering dibahas di sekolah dan mudah dipahami serta diterapkan dalam penulisan sehari-hari.
Recount text juga sering digunakan dalam berbagai konteks, baik untuk keperluan akademik maupun non akademik, seperti jurnal pribadi, laporan perjalanan, atau biografi singkat. Oleh karena itu, menguasai jenis teks ini dapat membantu kamu dalam berbagai aspek komunikasi tertulis.
Struktur Recount Text
Dalam bahasa Inggris, recount text memiliki beberapa struktur sebelum menulisnya. Berikut ini generic structure of recount text yaitu:
1. Orientation
Umumnya setiap kita ingin menceritakan pengalaman pasti ada sesi pengenalan, nah dalam bahasa inggris disebut orientation atau orientasi. Gunanya, pembaca akan lebih memahami alur yang TNers buat. Misalnya, penjabaran tentang tokoh, lokasi, waktu kejadian, etc dengan harapan agar si pembaca mudah menggambarkan alur, karakter, dan timeline cerita.
2. Series of Event
Dari kata event sendiri TNers pasti bisa menggmbarkannya kan? Benar! Rangkaian kejadian. Dalam hal ini, maksudnya adalah inti dari teks recount biasanya berisi tentang pernyataan si penulis.
3. Re Orientation
Terakhir, melihat dari strukturnya bisa kita tebak bahwa bagian ini menceritakan akhir atau kesimpulan dari cerita. Pastinya, dari akhir pengalaman akan ada kesan, dan pesan yang akan dituangkan oleh si penulis.
Karakteristik Recount Text
Recount text memiliki dua ciri utama, yaitu:
- Dalam recount text tidak ada konflik yang diceritakan oleh penulis, berbeda dengan teks naratif bahasa Inggris yang memiliki conflict pada strukturnya.
- Selalu ada urutan cerita secara kronologis, misal ada cerita di hari pertama, hari kedua, dan seterusnya.
Fitur-Fitur Recount Text
Namun untuk kaidah kebahasaannya ada 14 fitur nih. Tenang, hal ini bermaksud untuk membedakan recount text dengan materi teks lainnya. Berikut fitur-fitur recount text.
1. Menggunakan Proper Noun dan Pronoun
Menggunakan nama orang, tempat, atau benda tertentu untuk memperjelas siapa atau apa yang dibicarakan. Contohnya adalah Mr. Lawrence, the postman, his racquet, she.
2. Menggunakan Kelompok Kata Benda yang Lebih Kompleks
Untuk memberikan deskripsi lebih detail, memakai kelompok kata benda yang lebih panjang dan kompleks. Contohnya The long distance runner, Lionel Drill.
3. Menggunakan Keluarga Kata (Word Families)
Membangun topik informasi dengan kata-kata yang masih dalam satu keluarga atau memiliki keterkaitan makna. Contohnya Smoke signals, drums, telephone, television.
4. Menggunakan Beragam Kata Kerja Aksi
Supaya cerita lebih hidup, kata kerja aksi yang bervariasi, baik sinonim, antonim, atau pengulangan kata. Contohnya She jumped, she leapt, she crawled.
5. Menambahkan Kata Sifat untuk Detail Tambahan
Agar cerita lebih menarik, menggunakan kata sifat yang menjelaskan siapa, apa, kapan, di mana, dan bagaimana sesuatu terjadi. Contohnya Last night in the Blue Crib restaurant, the irritated man angrily threw the broken plate off the stained table.
6. Menggunakan Kata Keterangan dan Frasa Keterangan Waktu
Penggunaan memakai kata keterangan waktu dan tempat untuk membantu pembaca memahami urutan waktu dan lokasi kejadian. Contohnya In 1927, On 6 June 1824.
7. Menggunakan Bahasa Teknis dan Abstrak
Memakai istilah teknis (misalnya dalam teks sejarah atau ilmiah) dan bahasa abstrak untuk memperkuat teks. Contohnya The thorax, the abdomen, beauty.
8. Menggunakan Past Tense
Karena menceritakan kejadian yang sudah terjadi, maka menggunakan bentuk lampau (past tense) dalam penulisannya. Contoh: She smiled.
9. Menggunakan Konjungsi dan Kata Hubung
Untuk menghubungkan klausa dan menyusun kejadian secara berurutan, memakai konjungsi (when, but) dan kata hubung waktu (first, then, finally).
10. Hanya Memasukkan Peristiwa Penting
Dalam hal ini, hanya peristiwa yang relevan yang dimasukkan, sedangkan detail yang tidak perlu akan dihilangkan supaya teks tetap fokus.
11. Menggunakan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung
Recount text sering memakai kalimat langsung (quoted speech) dan tidak langsung (reported speech) untuk menampilkan percakapan atau pendapat seseorang. Berikut ini beberapa contohnya:
- Kalimat langsung: “We are off on an excursion,” said Mrs. Sheridan enthusiastically.
- Kalimat tidak langsung: Mrs. Sheridan enthusiastically added that they would be going on an excursion the next day 12.
12. Menggunakan Bahasa Evaluatif
Pemakaian bahasa evaluatif untuk memberikan opini atau kesan terhadap suatu peristiwa. Contohnya Captain Arthur Phillip was a fair and just man. The trip was a wonderful experience.
13. Struktur Kalimat Fokus pada Informasi Penting
Biasanya, menyusun kalimat dengan menempatkan informasi penting di awal kalimat. Contohnya The last trip he ever made was atau In 1909 they first entered
14. Menggunakan Passive Voice
Meskipun lebih sering menggunakan active voice, recount text juga bisa memakai kalimat pasif (passive voice) untuk menyembunyikan pelaku atau memberikan efek tertentu dalam cerita.
Tipe Recount Text
Secara umum, recount text digunakan untuk menyampaikan informasi atau menceritakan suatu kejadian yang sudah terjadi di masa lalu. Nah, berikut ini tipe-tipenya.
1. Personal Recount Text
Jenis ini bertujuan untuk menceritakan pengalaman pribadi penulis di masa lalu. Biasanya, berdasarkan kisah nyata yang dialami sendiri, seperti perjalanan liburan, pengalaman pertama naik pesawat, atau kejadian berkesan lainnya.
2. Factual Recount Text
Kalau jenis yang satu ini digunakan untuk menjelaskan atau menceritakan kejadian yang benar-benar terjadi secara faktual. Contohnya adalah laporan kejadian sejarah, peristiwa ilmiah, atau berita penting yang pernah terjadi.
3. Imaginative Recount Text
Nah, kalau kamu suka berimajinasi, jenis ini pasti menarik buatmu. Berisi cerita yang dibuat berdasarkan imajinasi, tetapi disajikan seolah-olah benar-benar terjadi di masa lalu. Misalnya, kisah petualangan ke negeri ajaib atau pengalaman bertemu makhluk misterius.
Baca Juga: Apa Itu Narrative Text dan Mengapa Penting untuk Kamu Ketahui?

TNers, sekarang kamu sudah tahu kan kalau recount text gak cuma satu jenis? Dengan memahami perbedaan antara personal, factual, dan imaginative recount text, kamu bisa lebih mudah memilih jenis teks yang sesuai dengan tujuan menulis. Jadi, yuk mulai berlatih menulis recount text agar semakin mahir.
Buat kamu yang ingin meningkatkan keterampilan menulis dan berbicara dalam bahasa Inggris, khususnya dalam memahami recount text, kamu bisa bergabung di Program General English Offline dari Titik Nol English Course Jogja. Dengan metode belajar yang seru dan efektif, kamu bisa menguasai bahasa Inggris dengan lebih percaya diri. Kalau kamu pemula, jangan khawatir karena ada tutor yaakan bimbing kamu sampai kamu paham materinya. Disini juga kamu akan didukung oleh lingkungan english area yang bisa membuat mu berlatih speaking setiap hari.
Yuk tingkatkan kemampuan bahasa Inggris mu dengan gabung programnya sekarang juga!
FAQ
Secara sederhana, recount text adalah teks yang menceritakan kembali pengalaman di masa lalu secara kronologis.
Struktur dari recount text yaitu orientation, series of event, dan re orientation.
- Dalam recount text tidak ada konflik yang diceritakan oleh penulis, berbeda dengan teks naratif bahasa Inggris yang memiliki conflict pada strukturnya.
- Selalu ada urutan cerita secara kronologis, misal ada cerita di hari pertama, hari kedua, dan seterusnya.
Menggunakan proper noun dan pronoun, menggunakan kelompok kata benda yang lebih kompleks, menggunakan keluarga kata (word families), menggunakan beragam kata kerja aksi, menambahkan kata sifat untuk detail tambahan dan lain sebagainya.
Personal recount text, Factual recount text, dan Imaginative recount text.

Saya adalah seorang content writer SEO pemula yang memiliki minat di bidang content writing dan bersemangat dalam menciptakan konten berkualitas tinggi yang ramah di mesin pencari. Saya berkomitmen untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan dalam menulis agar dapat memberikan informasi yang bernilai dan menarik bagi pembaca.


