Lagi persiapan TOEFL dan ngerasa belajar udah lama banget, nonton video, ikut latihan soal TOEFL, bahkan mungkin sudah coba berbagai tips tapi skor nggak naik-naik? Tenang, kamu tidak sendirian. Banyak banget yang ngalamin hal yang sama. Nah, bisa jadi masalahnya bukan cuma di kemampuan bahasa Inggris, tapi juga di cara kamu mengerjakan soal TOEFL. Kadang kita terlalu fokus untuk jago bahasa Inggris, sampai lupa kalau TOEFL itu juga soal strategi. Cara kamu ngerjain soal, mengatur waktu, sampai cara memahami pertanyaan, itu punya pengaruh besar ke hasil akhir. Jadi walaupun skill kamu sebenarnya sudah cukup, kalau strateginya belum tepat, skor bisa tetap stuck di situ-situ aja.
Tanpa sadar, yang sering kejadian adalah ada beberapa kesalahan kecil yang kelihatannya sepele, tapi dampaknya besar banget. Bahkan tanpa sadar, kesalahan ini dilakukan berulang-ulang setiap latihan maupun saat tes. Akhirnya, usaha yang sudah kamu keluarin jadi kurang maksimal hasilnya.
Baca juga: Strategi Tes TOEFL bagi Pemula untuk Mencapai Skor Tinggi
Kesalahan Umum Saat Mengerjakan Soal TOEFL

Banyak peserta TOEFL fokus belajar grammar dan vocabulary, tapi lupa memahami strategi untuk mengerjakan soalnya. Padahal, tes soal TOEFL itu bukan hanya soal bisa bahasa Inggris atau tidak, tapi juga soal pintar membaca pola soal. Kalau strategi kamu kurang tepat, hasilnya juga kurang maksimal. Makanya, sangat penting untuk tahu kesalahan apa saja yang sering terjadi agar kamu bisa lebih siap dan tidak terjebak lagi di hal yang sama. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang paling sering terjadi saat mengerjakan soal TOEFL:
1. Terlalu Lama Mengerjakan Satu Soal
Salah satu kesalahan paling sering adalah terlalu fokus pada satu soal yang sulit. Karena pengen benar, kamu jadi mikir lama sampai lupa waktu terus berjalan dan tiba-tiba udah habis di satu bagian. Padahal, TOEFL itu punya batas waktu yang ketat. Kalau kamu kehabisan waktu, soal yang sebenarnya mudah jadi tidak sempat dikerjakan. Lebih baik skip dulu soal yang bikin stuck, lanjut ke yang lain, baru balik lagi kalau masih ada waktu. Ingat, satu soal tidak sebanding dengan satu section yang tidak kejawab semua.
2. Tidak Membaca Instruksi dengan Teliti
Kedengarannya memang sepele, tapi hal ini adalah salah satu kesalahan yang paling sering kejadian dan sering banget tidak disadari. Banyak peserta TOEFL ngerasa udah hafal sama pola soal, jadi begitu lihat section tertentu langsung dikerjakan tanpa membaca instruksinya lagi. Padahal, di situlah akan sering muncul jebakan kecil yang membuat jawaban jadi meleset. Kebiasaan kecil ini kelihatannya sederhana, tapi dampaknya besar banget.
Dengan memahami instruksi secara tepat, kamu bisa menghindari kesalahan yang sebenarnya tidak perlu terjadi dan mebuat peluang dapat skor tinggi jadi lebih besar. Misalnya di bagian Listening, kadang ada perbedaan cara menjawab atau fokus pertanyaan yang harus diperhatikan. Di bagian Structure juga sama, formatnya mirip-mirip, tapi cara memilih jawabannya bisa sedikit beda tergantung instruksi. Kalau kamu tidak benar-benar paham apa yang diminta, kamu bisa saja menjawab dengan cara yang salah karena salah menangkap maksud dari soal.
3. Menerjemahkan Kata per Kata
Kalau kamu masih mengerjakan soal dengan cara menerjemahkan kalimat satu per satu ke bahasa Indonesia, kamu malah akan jadi lebih lama dan makin bingung. Dalam TOEFL, yang lebih penting adalah memahami makna keseluruhan, bukan setiap kata. Apalagi di bagian Reading, kamu harus bisa menangkap ide utama dengan cepat.
Jadi, biasakan untuk membaca cepat dan ambil poin pentingnya saja. Fokus ke kata kunci, kalimat utama, dan alur paragraf. Dengan cara ini, kamu tidak hanya lebih hemat waktu, tapi juga lebih efektif dalam memahami soal. Lama-lama, kamu akan terbiasa memahami teks bahasa Inggris tanpa harus menerjemahkan semuanya, dan itu bakal sangat membantu meningkatkan skor TOEFL kamu.
4. Tidak Mengecek Jawaban
Udah selesai mengerjakan soal, terus langsung diem. Padahal masih ada waktu tersisa. Ini sayang banget, karena kalau ada waktu sisa bisa dipakai untuk mengecek ulang jawaban. Kadang ada kesalahan kecil seperti typo, kurang teliti, atau salah baca soal. Dengan mengecek ulang, kamu bisa menemukan kesalahan kecil yang sebenarnya bisa dihindari dan dikoreksi sebelum waktu habis.
5. Kurang Latihan Pakai Waktu Asli
Belajar TOEFL tanpa simulasi waktu itu ibarat latihan tanpa tekanan. Pas ujian asli, baru deh kaget karena waktunya terasa cepat banget. Banyak yang sebenarnya bisa, tapi gagal karena tidak terbiasa dengan tekanan waktu. Makanya, sangat penting untuk sering latihan pakai timer yang sesuai dengan durasi TOEFL yang sebenarnya. Dengan begitu, akan membantu kamu terbiasa dalam mengatur waktu dan meningkatkan kecepatan berpikir. Jadi, pas hari H, kamu nggak akan panik lagi.

Baca juga: Jangan Salah Pilih! Perbedaan Skor Tes TOEFL iBT dan ITP
Mengerjakan soal TOEFL itu bukan cuma soal kemampuan bahasa Inggris, tapi juga soal strategi dan kebiasaan saat mengerjakan soal. Kesalahan-kesalahan kecil yang sering dianggap sepele seperti terlalu lama di satu soal, tidak membaca instruksi, atau kurang latihan dengan waktu asli bisa berdampak besar ke skor kamu.
Dengan memahami dan menghindari 5 kesalahan tadi, peluang kamu untuk mendapatkan skor TOEFL yang lebih tinggi akan jauh lebih besar. Ingat, kadang yang bikin gagal bukan karena tidak bisa, tapi karena kurang strategi. Kalau kamu ingin belajar TOEFL dengan lebih terarah dan didampingi mentor, ikut kursus bahasa Inggris di Titik Nol English Course Jogja bisa jadi solusi terbaik. Kamu bisa mendapatkan strategi mengerjakan soal TOEFL yang lebih efektif, latihan yang terarah, dan feedback langsung dari mentor.


